Hegel Pustaka, lahir tanggal 28 Oktober 2013 bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi penerbit yang menampung karya terbaik dari berbagai penulis. Awal kelahirannya, Hegel Pustaka fokus pada keilmuwan berbasis humaniora. Namun seiring perkembangan waktu Hegel Pustaka menjadi memberikan solusi bagi karya non humaniora.
Hegel Pustaka telah membantu banyak penulis dari kalangan rohaniwan, peneliti, guru dan dosen menerbitkan buku ajar, bacaan, pengantar renungan dan lain-lain. Melalui buku yang berkualitas akan terbentuk komunitas, jemaat dan masyarakat yang cerdas dan kritis. Memang sangat disadari bahwa perkembangan teknologi digital membuat buku menjadi tidak populer bagi kelompok usia tertentu. Namun buku tetap memiliki kekhasan tersendiri sebagai sarana yang mampu menampung dan menyelamatkan ide, sehingga ide yang dimiliki akan menjadi bahan diskusi generasi berikutnya.
‘Setia Merawat Ide’ adalah filosofi Hegel Pustaka untuk mengawal proses penerbitan. Filosofi ini terinspirasi pada seorang filsuf Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Dengan spirit dialektisnya yang selalu terbuka dan siap menghadapi antitesis (oposisi) adalah wujud kesetiaan merawat ide. Dengan kata lain cara terbaik merawat pemikiran adalah menyediakan diri untuk selalu terlibat dalam pertentangan pikiran sehingga karya yang dihasilkan selain informatif, juga argumentatif, edukatif, inspiratif.
Logo Hegel Pustaka yang khas, menambah kesan kuat bahwa hadirnya kami sebagai solusi bagi karya berkualitas.